Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, yakni mulai tanggal 1 Juli 2025 sampai dengan 1 Agustus 2025 dengan melibatkan peserta sekitar 56 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Program KKN atau yang diistilahkan sebagai MMD (Mahasiswa Membangun Desa) ini seperti yang disampaikan oleh Direktur drpm Universitas Brawijaya, sekaligus berlaku sebagai penanggung jawab kegiatan, Prof. Luchman Hakim S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D dalam proposalnya bertujuan untuk menerapkan, mengamalkan, dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi guna memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
MMD ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana pengabdian mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah. Para mahasiswa ditempatkan di sejumlah desa di Kecamatan Jogorogo (Desa Jogorogo, Desa Brubuh, Desa Girimulyo, Desa Ngrayudan) dan melaksanakan berbagai program kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. Di bidang pendidikan, mahasiswa membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah, mengadakan bimbingan belajar, dan memberikan pelatihan literasi digital. Pada sektor kesehatan, mereka menggelar penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, sosialisasi stunting, serta kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar.
Selain itu, mahasiswa juga aktif dalam program lingkungan seperti gerakan bersih desa, penanaman pohon, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Di bidang pemberdayaan, mereka mengadakan pelatihan kewirausahaan, pengolahan hasil pertanian, serta membantu promosi produk UMKM melalui media sosial.

Camat Jogorogo, Teguh Wahyudi, SE, MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN UNIBRAW yang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Sementara itu, perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pengabdian, tetapi juga pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial masyarakat.
Dengan berakhirnya masa KKN, diharapkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus berlanjut, serta program-program yang telah dirintis mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan di Kecamatan Jogorogo.